RS Bhayangkara Lumajang Hadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Zoonosis TA 2026
LUMAJANG – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan penanganan serta pencegahan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Zoonosis Tahun 2026 pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut bertempat di Ruang Pertemuan Pisang Raja Dinkes P2KB Kab. Lumajang dan dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan lintas sektor terkait, termasuk perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan se-Kabupaten Lumajang.
Fokus Materi dan Pembahasan Utama
Edukasi & Tatalaksana Hantavirus: Pemaparan komprehensif mengenai pengertian, pemetaan gejala klinis, serta standar penanganan (tatalaksana) medis terhadap infeksi Hantavirus guna mengantisipasi potensi penyebarannya.
Evaluasi Kasus Leptospirosis: Pembahasan data terkini penyebaran Leptospirosis di wilayah Kabupaten Lumajang yang hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 64 kasus. Penanganan cepat dan intervensi lingkungan menjadi penekanan utama.
Penanganan GHPR & Alur Pelaporan: Pembahasan mendalam terkait penanganan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), penegasan prosedur operasional standar (SOP) tatalaksana medis pada korban gigitan, serta pemantapan alur pelaporan terpadu antar-instansi.
- Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, RS Bhayangkara Lumajang terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan setempat guna memastikan deteksi dini, alur rujukan, dan penanganan medis penyakit zoonosis di Kabupaten Lumajang berjalan secara responsif, cepat, dan terpadu. Seluruh agenda rapat berlangsung lancar dan tertib.